Selasa, 02 April 2013

laporan praktikum biologi



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGAMATAN SEL EPIDERMIS PADA UMBI BAWANG MERAH DAN SEL GABUS KETELA POHON DAN SEL TUMBUHAN RHOEO DISCOLOR


                                                       

Disusun oleh :
ALFIYATUS SAIDA (03)
AMALIA MALINTON (04)
XI IPA AKSELERASI



MADRASAH ALIYAH NEGERI NGANJUK
TAHUN PELAJARAN 2012/2013



LANDASAN TOERI
Pengertian Sel
Sel merupakan organisme terkecil dari suatu makhluk hidup.Semua fungsi kehidupan di atur dalam suatu sel dan berlangsung didalamnya. Sel juga terbagi menjadi 2 yaitu: sel eukariota(eukariotik), dan sel prokariota(prokariotik). Sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular, sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling kerja sama dalam lingkup yang rapi,multiseluler.Bentuk sel ada yang pipih, memanjang, sangat panjang dan bikonkaf. Sedang ukuran dari sel pada umumnya microskopis(sangat kecil). Pada manusia diameter rata-rata kira-kira 10ยต,dan tidak bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop (tidak bisa dilihat dengan mata telanjang).
Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan ketela pohon, yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Bentuk-bentuk sel dan contohnya
Pada tumbuhan bentuk selnya  tetap karenamemiliki dinding sel, sehingga gerakaan membrane sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coclus), oval dan spiral .
Gambar sel hewan dan tumbuhan
                                Sel tumbuhan                                                    Sel hewan
Gambar sel hewan dan tumbuhan


Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan
Nama sel
Sel hewan
Sel tumbuhan
Membran plasma
ada
ada
Dinding sel
---
ada
Nukleus
ada
ada
Sitoplasma
ada
ada
RE / retikulum endoplasma
ada
ada
Ribosome
ada
ada
Komplek golgi
ada
ada
Lisosome
ada
---
Mitokondria
ada
ada
Kloroplas
---
ada
Vakuola
---
ada
Sentriol
ada
---
Sentrosome
ada
---
Plastida
---
ada

Bagian-bagian sel dan fungsinya
v  Membran plasma         : Berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsanganluar sel.
v  Sitoplasma                   : Sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
v   Nucleus                      :Sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur pembelahan sel.
v  Lisosom                       : Berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
v  RE (halus)                   : Berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun..
v  RE (kasar)                   : Berfugsi mensentesis  protein.
v  Kompleks golgi           :Organel yang menampung dan mengolah protein, sekresi,eksresi,penghasil enzim pencernakan.
v  Mikrotubulus               : Mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.
v  Vakoula                       : Tempat menyimpan cadangan makanan
v  Mitokondria                : Sebagai tempat respirasi selular.
v  Badan bolgi                 : Merupakan tempat situs respirasi selular.
v  Kloroplas                     : Tempat berlangsungnya fotosintesis.

Microskop
Microskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran renik atau sangat kecil salah satunya adalah untuk mengamati sel. Microskop merupakan alat yang mengandung kombinasi beberapa lensa untuk memperbesar bayangan objek. Microskop dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Microskop cahaya ( menggunakan cahaya untuk memantulkanya)  mampu memperbesar objek hingga 1.000-2.000 kali.
2.      Microskop elektron ( menggunakan pancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi)yang diatur oleh lensa elektromagnetik. Kelemahan microskop ini tidak dapat digunakan u tuk memeriksa sel-sel hidup. Ada 2 jenis microskop elektron yaitu :
a.      TEM (Transmission Electron Microscope)
Microskop ini memiliki kemampuan perbesaran 300.000-1.000.000 kali.
b.      SEM (Scanning Electron Microscope )
Microscop ini mampu memberikan gambaran 3 dimensi yang nyata. Dapat memperbesar gambar hingga 100.000 kali. Luas bidan pandan microskop SEM lebih besar dari pada microskop cahaya dan bayangan yang terbentuk hanya berwarna hitam putih saja.
Alat dan fungsi
Dalam pengamatan sel epidermis pada bawang merah, tumbuhan rhoeo discolor dan sel gabus ketela pohon adapun alat-alat yang digunakan diantaranya:
·         Microskop       รจ 1 buah        : Untuk mengamati sel tumbuhan/hewan.
·         Tissue                                      : Untuk membersihkan kaca preparat sebelum di letakan pada microskop.
·         Silet/cutter       รจ 1 buah        : Untuk mengiris tipis bahan-bahan yang akan diamati dengan menggunakan microskop.
·         Cover glass      รจ 3 buah        : Untuk melindungi atau untuk menutup preparat.
·         Pipet tetes       รจ1 buah         :  Untuk mengambil cairan (air).
·         Gelas kimia     รจ 1 buah        :  Sebagai wadah air.
·         Kaca preparat รจ 3 buah        : Untuk meletakkan objek yang akan diamati.
·         Alat tulis                                 : Untuk membuat laporan praktikum sementara



PEMBAHASAN
Cara kerja
  • Sel gabus pada ketela pohon
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan, kemudian membuang kulit bagian luar dari batang ketela pohon (dengan menggunakan silet/cutter) sampai terlihat bagian gabus (berwarna pitih menyerupai sterofom). Kemudian sayat gabus tersebut secara hati-hati sehingga menghasilkan sayatan yang paling tipis. Setelah kita menghasilkan sayatan . kita menyiapkan microskop, dan mencari pencahayaan yang paling terang. Meletakan objek pada objek glass( kaca preparat) dan menetesi dengan air kurang lebih 2-4 tetes. Kemudian tutup dengan cover glass dengan hati-hati jangan sampai ada gelembung didalam epidermis yang sudah tertupup cover glass. Meletakkan kaca preparat dimeja preparat. Usahakan objek glass (kaca preparat) miring dengan kemiringan 45 derajat. Terus mengamati menggunakan microskop dengan perbesaran 4 X 10 kali terus mengamati dan menggambar objek.
  • Bawang merah
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit bawang dengan hati-hati, sehingga menghasilkan sayatan yang paling tipis dengan menggunakan silet/cutter. Setelah kita menghasilkan sayatan . Kita menyiapkan microskop, dan mencari pencahayaan yang paling terang. Kemudian meletakan epidermis bawang merah pada objek glass dan menetesi menggunakan air kurang lebih 2-4 tetes. Ditutup dengan cover glass dengan hati-hati jangan sampai ada gelembung didalam epidermis yang sudah tertupup cover glass, jika masih ada gelembung maka coba buka kembali. Usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat saat diletakkan dimeja praparat. Kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 10 X 10 kali, terus mengamati dan menggambar objek.
·       Rhoe Discolor
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit rhoeo discolor, melakukan penyayatan dengan hati-hati, hal ini bertujuan agar hasil saytan adalah saytan yang paling tipis. Lakukan penyayatan dengan menggunakan silet. Kemudian  meletakan pada objek glass dan menetesi menggunakan air kurang lebih 2-4 tetes. Setelah itu ditutup dengan menggunakan cover glass. Tutup dengan hati-hati agar tidak terdapat gelembung didalam epidermis yang sudah ditutup denga cover glass, jika masih ada gelembung buka lagi cover glass dan tutup kembali. Usahakan  objek glass miring kira-kira 45 derajat saat diletakkan di meja praparat. Kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 4 X 10 kali terus mengamati dan menggambar.






Data uji Pengamatan
NO
NAMA SEL
GAMBAR TANGAN
GAMBAR LITERATUR
1.       
Sel gabus pada ketela pohon

2.       
Sel epidermis bawang merah

3.       
Rhoe Discolor




Analisa Hasil
Dari data pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa perbedaan dari segi bentuk dan struktur penyusun sel dari gabus ketela pohon,umbi bawang merah, dan Rhoe Discolor.
Didalam sel epidermis bawang merah dan rhoeo discolor terdapat inti sel, ini berarti sel tersebut adalah sel hidup. Sedangkan pada sel gabus pada ketela pohon tidak ditemukan inti sel, hal ini berarti sel gabus tersebut merupakan sel mati.

Organel yang terlihat saat pengamatan berlangsung pada:
Nama sel
Terlihat / Tidak terlihat
Membran plasma
Terlihat
Dinding sel
Terlihat
Nukleus
Terlihat
Sitoplasma
Tidak terlihat
RE / retikulum endoplasma
Tidak terlihat
Ribosome
Tidak terlihat
Komplek golgi
Tidak terlihat
Lisosome
Tidak terlihat
Mitokondria
Tidak terlihat
Kloroplas
Tidak terlihat
Vakuola
Tidak terlihat
Sentriol
Tidak terlihat
Sentrosome
Tidak terlihat
Plastida
Tidak terlihat

Nama sel
Terlihat / Tidak terlihat
Membran plasma
Terlihat
Dinding sel
Terlihat
Nukleus
Tidak terlihat
Sitoplasma
Tidak terlihat
RE / retikulum endoplasma
Tidak terlihat
Ribosome
Tidak terlihat
Komplek golgi
Tidak terlihat
Lisosome
Tidak terlihat
Mitokondria
Tidak terlihat
Kloroplas
Tidak terlihat
Vakuola
Tidak terlihat
Sentriol
Tidak terlihat
Sentrosome
Tidak terlihat
Plastida
Tidak terlihat


Sel gabus ketela pohon
Sel epidermis pada tumbuhan rhoeo discolor dan sel epidermis umbi bawang merah

Sel epdermis pada tumbuhan rhoeo discolor  dan sel epidermis pada umbi bawang merah
Sel gabus ketela pohon
 


KESIMPULAN
Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum biologi sel tumbuhan dapat di simpulkan bahwa:
  • Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
  • Sel pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  • Pada praktikum mengenai sel tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue,silet ,pipet,gelas kimia dan cover glass.
  • Pada praktikum sel tumbuhan adapun bahan-bahan yang digunakan diantaranya: batang ketela pohon, bawang merah dan tumbuhan rhoeo discolor.
  • Pada sel epidermis bawang merah dan tumbuhan rhoe discolor terdapat inti sel (sel hidup).
  • Sedangkan pada sel gabus tidak ditemukan inti sel (sel mati).
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan fokus dan pengaturan cahaya sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelandan dilakukan dengan tepat. Hal ini bertujuan agar mendapatkan hasil yang tepat dan akurat.











 
LAPORAN PRAKTIKUM SEMENTARA

0 komentar:

Posting Komentar