LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGAMATAN SEL EPIDERMIS PADA UMBI BAWANG MERAH DAN SEL GABUS KETELA POHON DAN SEL TUMBUHAN RHOEO DISCOLOR
Disusun oleh :
ALFIYATUS SAIDA (03)
AMALIA MALINTON (04)
AMALIA MALINTON (04)
XI IPA AKSELERASI
MADRASAH ALIYAH NEGERI NGANJUK
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
LANDASAN TOERI
Pengertian Sel
Sel merupakan organisme terkecil dari suatu makhluk hidup.Semua fungsi kehidupan di atur dalam suatu sel dan berlangsung didalamnya. Sel juga terbagi menjadi 2 yaitu: sel eukariota(eukariotik), dan sel prokariota(prokariotik). Sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular, sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling kerja sama dalam lingkup yang rapi,multiseluler.Bentuk sel ada yang pipih, memanjang, sangat panjang dan bikonkaf. Sedang ukuran dari sel pada umumnya microskopis(sangat kecil). Pada manusia diameter rata-rata kira-kira 10ยต,dan tidak bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop (tidak bisa dilihat dengan mata telanjang).
Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan ketela pohon, yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Bentuk-bentuk sel dan contohnya
Pada tumbuhan bentuk selnya tetap karenamemiliki dinding sel, sehingga gerakaan membrane sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coclus), oval dan spiral .
Gambar sel hewan dan tumbuhan
Sel tumbuhan Sel hewan
|
Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan
| ||
Nama sel
|
Sel hewan
|
Sel tumbuhan
|
Membran plasma
|
ada
|
ada
|
Dinding sel
|
---
|
ada
|
Nukleus
|
ada
|
ada
|
Sitoplasma
|
ada
|
ada
|
RE / retikulum endoplasma
|
ada
|
ada
|
Ribosome
|
ada
|
ada
|
Komplek golgi
|
ada
|
ada
|
Lisosome
|
ada
|
---
|
Mitokondria
|
ada
|
ada
|
Kloroplas
|
---
|
ada
|
Vakuola
|
---
|
ada
|
Sentriol
|
ada
|
---
|
Sentrosome
|
ada
|
---
|
Plastida
|
---
|
ada
|
v Membran plasma : Berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsanganluar sel.
v Sitoplasma : Sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
v Nucleus :Sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur pembelahan sel.
v Lisosom : Berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
v RE (halus) : Berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun..
v RE (kasar) : Berfugsi mensentesis protein.
v Kompleks golgi :Organel yang menampung dan mengolah protein, sekresi,eksresi,penghasil enzim pencernakan.
v Mikrotubulus : Mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.
v Vakoula : Tempat menyimpan cadangan makanan
v Mitokondria : Sebagai tempat respirasi selular.
v Badan bolgi : Merupakan tempat situs respirasi selular.
Microskop
Microskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran renik atau sangat kecil salah satunya adalah untuk mengamati sel. Microskop merupakan alat yang mengandung kombinasi beberapa lensa untuk memperbesar bayangan objek. Microskop dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Microskop cahaya ( menggunakan cahaya untuk memantulkanya) mampu memperbesar objek hingga 1.000-2.000 kali.
2. Microskop elektron ( menggunakan pancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi)yang diatur oleh lensa elektromagnetik. Kelemahan microskop ini tidak dapat digunakan u tuk memeriksa sel-sel hidup. Ada 2 jenis microskop elektron yaitu :
a. TEM (Transmission Electron Microscope)
Microskop ini memiliki kemampuan perbesaran 300.000-1.000.000 kali.
b. SEM (Scanning Electron Microscope )
Microscop ini mampu memberikan gambaran 3 dimensi yang nyata. Dapat memperbesar gambar hingga 100.000 kali. Luas bidan pandan microskop SEM lebih besar dari pada microskop cahaya dan bayangan yang terbentuk hanya berwarna hitam putih saja.
Alat dan fungsi
Dalam pengamatan sel epidermis pada bawang merah, tumbuhan rhoeo discolor dan sel gabus ketela pohon adapun alat-alat yang digunakan diantaranya:
· Microskop รจ 1 buah : Untuk mengamati sel tumbuhan/hewan.
· Tissue : Untuk membersihkan kaca preparat sebelum di letakan pada microskop.
· Silet/cutter รจ 1 buah : Untuk mengiris tipis bahan-bahan yang akan diamati dengan menggunakan microskop.
· Cover glass รจ 3 buah : Untuk melindungi atau untuk menutup preparat.
· Pipet tetes รจ1 buah : Untuk mengambil cairan (air).
· Gelas kimia รจ 1 buah : Sebagai wadah air.
· Kaca preparat รจ 3 buah : Untuk meletakkan objek yang akan diamati.
· Alat tulis : Untuk membuat laporan praktikum sementara
PEMBAHASAN
Cara kerja
- Sel gabus pada ketela pohon
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan, kemudian membuang kulit bagian luar dari batang ketela pohon (dengan menggunakan silet/cutter) sampai terlihat bagian gabus (berwarna pitih menyerupai sterofom). Kemudian sayat gabus tersebut secara hati-hati sehingga menghasilkan sayatan yang paling tipis. Setelah kita menghasilkan sayatan . kita menyiapkan microskop, dan mencari pencahayaan yang paling terang. Meletakan objek pada objek glass( kaca preparat) dan menetesi dengan air kurang lebih 2-4 tetes. Kemudian tutup dengan cover glass dengan hati-hati jangan sampai ada gelembung didalam epidermis yang sudah tertupup cover glass. Meletakkan kaca preparat dimeja preparat. Usahakan objek glass (kaca preparat) miring dengan kemiringan 45 derajat. Terus mengamati menggunakan microskop dengan perbesaran 4 X 10 kali terus mengamati dan menggambar objek.
- Bawang merah
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit bawang dengan hati-hati, sehingga menghasilkan sayatan yang paling tipis dengan menggunakan silet/cutter. Setelah kita menghasilkan sayatan . Kita menyiapkan microskop, dan mencari pencahayaan yang paling terang. Kemudian meletakan epidermis bawang merah pada objek glass dan menetesi menggunakan air kurang lebih 2-4 tetes. Ditutup dengan cover glass dengan hati-hati jangan sampai ada gelembung didalam epidermis yang sudah tertupup cover glass, jika masih ada gelembung maka coba buka kembali. Usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat saat diletakkan dimeja praparat. Kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 10 X 10 kali, terus mengamati dan menggambar objek.
· Rhoe Discolor
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit rhoeo discolor, melakukan penyayatan dengan hati-hati, hal ini bertujuan agar hasil saytan adalah saytan yang paling tipis. Lakukan penyayatan dengan menggunakan silet. Kemudian meletakan pada objek glass dan menetesi menggunakan air kurang lebih 2-4 tetes. Setelah itu ditutup dengan menggunakan cover glass. Tutup dengan hati-hati agar tidak terdapat gelembung didalam epidermis yang sudah ditutup denga cover glass, jika masih ada gelembung buka lagi cover glass dan tutup kembali. Usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat saat diletakkan di meja praparat. Kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 4 X 10 kali terus mengamati dan menggambar.
Data uji Pengamatan
NO
|
NAMA SEL
|
GAMBAR TANGAN
|
GAMBAR LITERATUR
|
1.
|
Sel gabus pada ketela pohon
| ||
2.
|
Sel epidermis bawang merah
| ||
3.
|
Rhoe Discolor
|
Analisa Hasil
Dari data pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa perbedaan dari segi bentuk dan struktur penyusun sel dari gabus ketela pohon,umbi bawang merah, dan Rhoe Discolor.
Didalam sel epidermis bawang merah dan rhoeo discolor terdapat inti sel, ini berarti sel tersebut adalah sel hidup. Sedangkan pada sel gabus pada ketela pohon tidak ditemukan inti sel, hal ini berarti sel gabus tersebut merupakan sel mati.
Organel yang terlihat saat pengamatan berlangsung pada:
|
Sel gabus ketela pohon
|
Sel epidermis pada tumbuhan rhoeo discolor dan sel epidermis umbi bawang merah
|
Sel epdermis pada tumbuhan rhoeo discolor dan sel epidermis pada umbi bawang merah
|
Sel gabus ketela pohon
|
KESIMPULAN
Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum biologi sel tumbuhan dapat di simpulkan bahwa:
- Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
- Sel pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
- Pada praktikum mengenai sel tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue,silet ,pipet,gelas kimia dan cover glass.
- Pada praktikum sel tumbuhan adapun bahan-bahan yang digunakan diantaranya: batang ketela pohon, bawang merah dan tumbuhan rhoeo discolor.
- Pada sel epidermis bawang merah dan tumbuhan rhoe discolor terdapat inti sel (sel hidup).
- Sedangkan pada sel gabus tidak ditemukan inti sel (sel mati).
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan fokus dan pengaturan cahaya sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelandan dilakukan dengan tepat. Hal ini bertujuan agar mendapatkan hasil yang tepat dan akurat.
LAPORAN PRAKTIKUM SEMENTARA
0 komentar:
Posting Komentar